Sowhysosad’s Blog

Just another WordPress.com weblog

The IDEO way

I think The IDEO Way is one of the most brilliant management techniques ever.
Here I will make comments about each of the five steps
1. Observation
This step consists of
*Shadowing (observing people using products, shopping, going to hospitals, taking the train, using their cell phones)
*Behavioral Mapping (photographing people within a space, such as a hospital waiting room, over two or three days)
*Consumer Journey (keeping track of all the interactions a consumer has with a product, service, or space)
*Camera Journals (asking consumers to keep visual diaries of their activities and impressions relating to a product)
*Extreme User Interviews (talking to people who really know -or know nothing- about a product or service, and evaluating their experience using it)
*Storytelling (Prompting people to tell personal stories about their consumer experiences)
*Unfocus Groups (interviewing a diverse group of people)
I think the highlight of this step is behavioral mapping and unfocus groups. Those two activities can really make a difference to a company’s way of knowing their customer. By photographing people within space within two or three days, the company knows what kind of people visit what kind of place at what time of the day, thus they can get inside the people’s mind.

2. Brainstorming
This step consist of
*defer judgment
*build on the ideas of others
*encourage wild ideas
*go for quantity
*be visual
*stay focused on the topic
*one conversation at a time
After the company gets the data gathered from observation, they must analyze the data with an idea generating session. This brainstorming session can be a very effective way of collecting inputs from all members of the organization and turning the into outputs.

3.Rapid Prototyping
This step consists of
*Mock up everything
*use videography
*go fast
*no frills
*create scenarios
*bodystorm
Only by mocking up everything we can have the experience of any product or service we plan to create and the strengths and weaknesses of it. Hence we can visualize possible solutions and speed-up decision making and innovation.

4. Refining
This step consists of :
*brainstorm
*focus prototyping
*engage the client
*be disciplined
*focus
*get agreement
After the first three steps, the company must have choices of a product or a service. In this step, those choices are narrowed down to only a few possibilities. The whole organization must analyze the profile of each option and then come to a conclusion

5. Implementation
*tap all resources
This is the step where the company must use all the resources it has to create a quality product or service.
6a00c2252010838e1d00c22523e7cff219-500pi

October 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Kreatif

Mengapa perlu kreatif?
Semua orang di dunia ini perlu untuk menjadi kreatif, bahkan apabila anda bukan seseorang yang oleh pekerjaannya dituntut untuk menjadi kreatif. Menurut saya, semua orang harus kreatif dalam menjalani hidupnya dan melakukan aktivitas-aktivitas nya agar tidak terjebak dalam kebosanan yang dapat menjurus kepada depresi. Menjadi kreatif biarpun tidak berguna juga dapat meningkatkan self-esteem anda, dan self esteem sangat penting dalam hidup anda.

Siapa sosok paling kreatif menurut saya?
Menurut saya sosok paling kreatif adalah Malcolm Mclaren, manajer dari band punk rock Inggris di akhir dekade 70-an yaitu The Sex Pistols dan seorang entrepreneur di bidang fashion paling baik yang pernah ada. Awalnya, tahun 1971, Malcolm Mclaren dan partnernya, Vivienne Westwood, membuat sebuah clothing shop di Kings Road di London bernama ‘Let It Rock’. ‘Let It Rock’ sukses namun McLaren menjadi bosan dengan konsep tokonya yang menjual pakaian Teddy Boy dan juga kostum-kostum untuk theatrical dan sinematic productions. Tahun 1972, Malcolm pergi ke New York untuk mendatangi boutique fair dan bertemu dengan The New York Dolls. Tahun itu ia merubah nama tokonya menjadi ‘Too Fast To Live Too Young To Die’ dan ia mensuplai The New York Dolls dengan baju2nya. Tahun 1975, Malcolm pulang ke London dan merubah lagi nama tokonya menjadi SEX, dan menjual fetishwear, atau baju-baju yang ekstrim dan provokatif.
Tahun 1975 McLaren menjadi manager band The Strand, yang akhirnya berubah nama menhjadi the Sex Pistols. Ia memilih vokalis Johnny Rotten setelah ia melihat Rotten memakai kaos Pink Floyd yang ditulisi ‘I hate’ dan berambut hijau. The Sex Pistols akhirnya menjadi salah satu band yang paling sukses dan berpengaruh di dunia sampai sekarang.
Menurut saya Malcolm McLaren sangat kreatif karena seleranya di fashion sangat aneh dan extreme yang akhirnya menjadi unik dan cool. Juga karena ia mampu menciptakan The Sex Pistols bukan hanya dengan mengumpulkan personel-personelnya dengan melihat attitude dan bakat mereka, tapi juga membuat The Sex Pistols menjadi lebih dari sebuah band yang menciptakan musik, tapi sebuah icon dari subculture punk, sebuah pemberontakan, sebuah fenomena.
malcolm_mclaren_narrowweb__300x414,0
cs_photo03

October 14, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment