Sowhysosad’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Kreatif

Mengapa perlu kreatif?
Semua orang di dunia ini perlu untuk menjadi kreatif, bahkan apabila anda bukan seseorang yang oleh pekerjaannya dituntut untuk menjadi kreatif. Menurut saya, semua orang harus kreatif dalam menjalani hidupnya dan melakukan aktivitas-aktivitas nya agar tidak terjebak dalam kebosanan yang dapat menjurus kepada depresi. Menjadi kreatif biarpun tidak berguna juga dapat meningkatkan self-esteem anda, dan self esteem sangat penting dalam hidup anda.

Siapa sosok paling kreatif menurut saya?
Menurut saya sosok paling kreatif adalah Malcolm Mclaren, manajer dari band punk rock Inggris di akhir dekade 70-an yaitu The Sex Pistols dan seorang entrepreneur di bidang fashion paling baik yang pernah ada. Awalnya, tahun 1971, Malcolm Mclaren dan partnernya, Vivienne Westwood, membuat sebuah clothing shop di Kings Road di London bernama ‘Let It Rock’. ‘Let It Rock’ sukses namun McLaren menjadi bosan dengan konsep tokonya yang menjual pakaian Teddy Boy dan juga kostum-kostum untuk theatrical dan sinematic productions. Tahun 1972, Malcolm pergi ke New York untuk mendatangi boutique fair dan bertemu dengan The New York Dolls. Tahun itu ia merubah nama tokonya menjadi ‘Too Fast To Live Too Young To Die’ dan ia mensuplai The New York Dolls dengan baju2nya. Tahun 1975, Malcolm pulang ke London dan merubah lagi nama tokonya menjadi SEX, dan menjual fetishwear, atau baju-baju yang ekstrim dan provokatif.
Tahun 1975 McLaren menjadi manager band The Strand, yang akhirnya berubah nama menhjadi the Sex Pistols. Ia memilih vokalis Johnny Rotten setelah ia melihat Rotten memakai kaos Pink Floyd yang ditulisi ‘I hate’ dan berambut hijau. The Sex Pistols akhirnya menjadi salah satu band yang paling sukses dan berpengaruh di dunia sampai sekarang.
Menurut saya Malcolm McLaren sangat kreatif karena seleranya di fashion sangat aneh dan extreme yang akhirnya menjadi unik dan cool. Juga karena ia mampu menciptakan The Sex Pistols bukan hanya dengan mengumpulkan personel-personelnya dengan melihat attitude dan bakat mereka, tapi juga membuat The Sex Pistols menjadi lebih dari sebuah band yang menciptakan musik, tapi sebuah icon dari subculture punk, sebuah pemberontakan, sebuah fenomena.
malcolm_mclaren_narrowweb__300x414,0
cs_photo03

October 14, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment